PENDAHULUAN

 

Mengapa lingkungan ??

 

Hubungan timbal balik ;

 

 

 

Fisiologi Ternak – Lingkungan à Eko-Fisiologi Ternak

 

 

¯   Selama hidup ternak berada dalam lingkungan (kandang)

¯   Ternak mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya

¯   Pengaruh bisa + atau – terhadap kehidupan produktifitas ternak

¯   Budidaya, tergantung pada pengelolaan

 

 

 

Sifat Lingkungan ternak :

·         abiotik, biotik

menurut sifat bio-fisiknya lingkungan ternak terdiri dari benda mati dan benda hidup. Benda mati tidak memiliki aktifias fisiologis dan sifatnya tetap. Komponen lingkungan ini meliputi semua benda fisik yang berada di sekitar objek hidup. Benda hidup meliputi mahluk hidup dan sisa kehidupannya. Benda hidup dicirikan dengan adanya proses fisiologis dalam tubuhnya serta proses peluruhan setelah benda hidup tersebut mati.

 

·         internal, external

menurut letak keberadaannya, lingkungan internal ada “dalam” tubuh, sementara lingkungan eksternal terletak di luar tubuh. Makanan yang dikonsumsi, masuk kedalam system pencernaan, tercerna sampai dibuang sebagai feses, sebenarnya makanan sampai menjadi feses belum pernak masuk ke dalam tubuh. Bakteri yang ada dalam plasma darah juga dapat dikatakan belum masuk kedalam tubuh.

Lingkungan eksternal berada diluar tubuh dan mempengaruhi tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. Matahari secara langsung memberikan energy panas dan cahaya pada kehidupan di bumi. Secara tidak lansung herbivora memperoleh makanan yang merupakan hasil fotosintesis yang melibatkan cahaya matahari, udara, air dan mineral.

 

·         mikro, makro

Menurut pengaruhnya terhadap mahluk hidup, lingkungan diklasifikasi menurut ukurannya. Lingkungan mikro berpengaruh langsung secara fisik dan fisiologis bagi kehidupan. Suhu dan kelembaban udara dalam kandang close house merupakan cuaca mikro yang langsung mempengaruhi aktifitas fisiologis ayam di dalamnya. Sementara itu suhu dan kelembaban udara diluar kandang tidak mempengaruhi ayam dalam kandang close house

Seberapa luas lingkungan ekternal dan lingkungan makro sangat relative bagaimana lingkungan itu berpengaruh pada kehidupan. Apakah hujan di Jakarta mempengaruhi kehidupan seekor ayam, seorang manusia di Yogya ? secara langsung ataupun tidak. Secara fisiologis tentu tidak. Secara ekonomis, jika hujan di Jakarta mengakibatkan wabah penyakit pada ayam, maka Jakarta kehilangan suplai ayam. Akan semakin banyak ayam yang dibudidaya di Yogya dan dikirim ke Jakarta. Artinya secara ekonomis dan fisiologis hujan di Jakarta mempengaruhi budidaya ayam di Yogya juga. Para Astrolog berkeyakinan bahwa bintang-bintang yang jauh di angkasa mempengaruhi karakter psikis manusia di bumi. Keyakinan ini dikemas dalam horoskop

 

 

·         cuaca, iklim

menurut waktu/periode, lingkungan yang berubah dalam jangka pendek dikategorikan sebagai cuaca dan perubahan jangka panjang dikategorikan sebagai iklim. Hujan dan panas (cuaca) silih berganti sepanjang hari, sepanjang masa. Iklim realtif tetap dan tidak berubah untuk jangka waktu yang panjang. Terjadi perubahan iklim dari decade ke decade waktu, dari abad ke abad. Sementara itu kawasan subtropis dengan 4 musim tidak akan berubah menjadi tropis dengan 2 musim dan sebaliknya.

 

Masalah :

·         Aktifitas manusia berdampak pada lingkungannya. Dampak dapat bersifat positif maupun negatif. Jika manusia dapat menjaga keseimbangan alam dan tidak melampaui kapasitas alaminya, maka kualitas lingkungan terjaga. Namun jika manusia tidak dapat menjaga keseimbangan alam dan melampaui kapasitasnya maka kualitas lingkungan menurun, daya dukung alam menurun, lingkungan menjadi tidak nyaman lagi. Lebih jauh, bencana mengancam

·         Untuk menjaga kenyamanan, daya dukung lingkungan, maka diperlukan  pengelolaan lingkungan dengan sebaik-baiknya. Jika lingkungan hayati seperti hutan, lautan dipanen sewajarnya tanpa melampui kapasitas produksinya, diikuti dengan peremajaan dan pemeliharaan kesuburan, maka tidak akan terjadi kerusakan alam, hutan ataupun laut. Daya dukung lingkungan terjaga dan lingkungan menjadi nyaman bagi kehidupan

·         Untuk itu perlu diperhatikan kesesuaian dalam pengelolaan lingkungan untuk produksi maksimal dengan kerusakan alam yang minimal agar lingkungan tetap nyaman


TRANSFER DAN DISTRIBUSI ENERGI

 

Dirasakan maupun tidak, matahari adalah sumber energy utama bagi kehidupan di bumi ini. Dapat dilihat daerah katulistiwa beriklim tropis, panas, karena tingginya intensitas sinar matahari. Sebaliknya belahan bumi utara dan selatan beriklim subtropis dan wilayah kutub utara dan selatan tertutup salju sepanjang masa karena kurangnya intensutas sinar matahari. Kehidupan manusia lebih banyak memanfaatkan panas matahari daripada sumber energi lainnya.

Tanaman hanya dapat berfotosintesa karena adanya sinar matahari. Tanaman menghasilkan produk-produk organic bagi konsumen (herbivora) dan manusia. Perubahan cuaca, panas, hujan, angin dan ombak terjadi karena perbedaan intesitas cahaya matahari. Perubahan iklim terjadi karena perubahan intensitas cahaya matahari. Berikut disajikan informasi transfer dan distribusi energy matahari yang diterima vegertasi di permukaan bumi

 

Tranfer energi (%) matahari di permukaan bumi

 

Transfer energi

Max

Avg Fav

Avg biosfir

Total

100

100

100

Autotrof (produsen)

50

50

<50

Gross product

5

1

0,2

Net prd (konsumen)

4

0,5

0,1

 

Transfer energi dan pemanfaatannya oleh vegetasi bergantung dari kondisi lahan dipermukaan bumi (biosfir). Semakin subur lahan semakin tinggi produksi energy yang dihasilkan (dikonversi sebagai bahan organik berikut ini produksi/konversi energi matahari menurut kondisi lahan

 


Distribusi Produksi (bioenergi):

Lahan

Produksi bioenergy (Kkal/m2/hr)

 samudra dalam

 < 0,1

 gurun

< 0,5

 continental & perairan dangkal

 0,5 – 3

 padang rumput s/d lahan pertanian

 0,5 – 3

 lahan pertanian basah

 3 – 10

 estuaria – lahan pertanian intensif

 10 – 25

Pembanding, minyak tanah/bensin ± 8000 Kkal/kg

 

Di mana lingkungan ternak    ???

Ternak lebih banyak dipelihara di kawasan continental, padang rumput dan lahan pertanian yang kurang subur/kering. Hal ini terjadi karena budidaya tanaman pangan pada kondisi wilayah ini kurang dapat mencukupi kebutuhan pangan. Di sisi lain ternak akan membantu memelihara kesuburan lahan melalui konversi limbah pertanian menjadi pupuk, sekaligus menghasilkan produk ternak (daging, susu, telur) yang bernilai ekonomi tinggi. Pada lahan pertanian subur, pemeliharaan ternak lebih ditujukan pada penyediaan tenaga pengolahan lahan pertanian. Dengan kemajuan teknologi, peran ternak sebagai tenaga pengolahan lahan tergantikan dengan mesin (traktor) yang lebih efisien.

 

NB : materi tersedia juga dalam file